Kenakalan Remaja

Kenakalan remaja. Permasalahan yang satu ini kerap kali terjadi dan hampir tidak ditemukan titik solusi untuk menghilangkannya. ya, dari tahun ke tahun kenakalan remaja semakin meningkat.

Global Warming

Akhir-akhir ini cuaca sering gak karuan. Terkadang panas, terkadang juga hujan. Kalian tahu apa yang menyebabkan hal itu?

Pemanfaatan internet di sekolah

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang saat ini berkembang pesat.

SMANELA!!! be fun, be smart, be the best

Kalian semua tahu dimana SMA pertama di Lasem? Pasti kalian tahu bukan? Ya, SMA Negeri 1 Lasem.

Fungsi Internet di Sekolah

Zaman sekarang udah makin canggih saja. Hal yang menyebabkan kemajuan yang pesat ini salah satunyaadalah dalam dunia TIK

Rabu, 03 September 2014

NILAI DAN NORMA SOSIAL

 
NILAI & NORMA SOSIAL
Nilai Sosial
Dapat diartikan sebagai sesuatu yang baik, yang didinginkan, dicita-citakan, dan dianggap penting oleh warga masyarakat dan dijadikan dasar dalam menentukan apa yang baik, bernilai atau berharga.
Jenis-jenis Nilai Sosial
Menurut Notonegoro:
1.  Nilai Material: sesuatu yang berguna bagi kehidupan masyarakat.
2.  Nilai Vital, segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat hidup dan melakukan kegiatan sehari-hari
3.  Nilai Spiritual, Segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia.
Ciri-ciri Nilai Sosial:
1.     Dipelajari melalui sosialisasi
2.     Disebarkan dari satu individu ke individu yang lain
3.     merupakan hasil interaksi antar warga masyarakat
4.     mempengaruhi perkembangan diri seseorang
5.     pengaruh nilai tersebut berbeda pada setiap anggota masyarakat
6.     berbeda antara kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lain
7.     bagian dari usaha manusia untuk memenuhi kebutuhannya
8.     cenderung berkaitan antara yang satu dengan yang lain dan membentuk kesatuan nilai.
Fungsi Nilai Sosial:
1.     Sebagai pelindung
2.     Penunjuk arah dan pemersatu
a.     memberikan alat untuk menetapkan harga sosial dari suatu kelompok
b.     mengarahkan masy. Dlm berpikir dan bertingkahlaku
c.     penentu terakhir manusia dlm memenuhi peranannya
d.     sebagai alat solidaritas dikalangan anggota kelompok
e.     sebagai pengontrol perilaku masyarakat.
3.     Motivator
Norma Sosial
Merupakan ketentuan yang berisi perintah maupun larangan yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan bersama.
Menurut Robert MZ.Lawang: Norma adalah patokan perilaku dalam suatu kelompok tertentu
Jenis-jenis Norma Sosial:
1.     Cara (usage), bentuk perbuatan yang menonjol dalam hubungan antar individu
2.     Kebiasaan (folkways), merupakan perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama
3.     Tata Kelakuan, merupakan sifat2 yang hidup dalam kelompok yang dilaksanakan sebagai pengawas bagi anggotanya.
4.     Adat Istiadat, merupakan pola perilaku yang diakui sebagai hal yang baik dan dijadikan hokum tidak tertulis dengan sanksi yang berat.
 Norma Pokok:
1.     Norma Agama
2.     Norma Kelaziman
3.     Norma Kesusilaan
4.     Norma Kesopanan
5.     Norma Hukum
Fungsi Norma Sosial:
1.     Sebagai faktor perilaku yang memungkinkan seseorang untuk menentukan lebih dulu bagaimana tindakannya akan dinilai oleh orang lain
2.     sebagai aturan yang mendorong seseorang atau kelompok untuk mencapai nilai-nilai social
3.     sebagai unsur pengendali dalam hidup bermasyarakat.
Peranan Nilai & Norma Dalam Proses Sosialisasi:
Memberi bekal pedoman kepada individu atau seseorang agar berperilaku sesuai dengan nilai dan norma yang ada dalam masyarakat, sehingga individu dapat hidup dengan baik dalam masyarakat.

INTERAKSI SOSIAL


 INTERAKSI SOSIAL
1. Pengertian Interaksi Sosial
Interaksi sosial dalah suatu hubungan social yang dinamis antara orang perorangan, antara individu dan kelompok manusia, dan antar kelompok manusia.
2. Proses Interaksi Sosial
Interaksi sosial terjadi karena faktor kebutuhan yang timbul dari dalam diri manusia mencakup kebutuhan dasar, kebutuhan sosial dan kebutuhan integratif, serta naluri untuk hidup berkelompok atau bersama orang lain.
3. Syarat Terjadinya Interaksi Sosial
Ada 2 syarat terjadinya interaksi sosial:
a.     Kontak sosial, berdasarkan cara komunikasi terbagi menjadi 2: Kontak langsung & Tidak langsung. Sedangkan berdasarkan proses komunikasi dibedakan menjadi 2: Kontak Primer & Kontak Sekunder
b.     Komunikasi, yaitu tafsiran seseorang terhadap perilaku orang lain yang diwujudkan dengan pembicaraan, gerak gerik, sikap, maupun perasaan tertentu.
4. Bentuk-bentuk Interaksi Sosial
a.     Kerjasama, yaitu bergabungnya sekelompok manusia untuk mencapai tujuan bersama. Meliputi:
1.Bargaining, perjanjian tukar menukar barang dan jasa antar 2 organisasi atu lebih
2. Kooptasi, proses penerimaan unsure-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi
3. Koalisi, merupakan kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang memiliki tujuan sama
4. Joint Venture, adalah kerjasama dalam pengusahaan proyek tertentu dengan system bagi hasil
5. Kerukunan, mencakup gotong royong dan tolong menolong.
b.     Akomodasi, yaitu usaha untuk menciptakan keseimbangan dalam interaksi antara individu maupun kelompok yang berkaitan dengan pelaksanaan nilai dan norma sosial dalam masyarakat. Atau usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan agar tercapai kestabilan kembali. Akomodasi sebenarnya suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiannya.
c.     Asimilasi, merupakan proses social yang ditandai dengan adanya usaha untuk mengurangi perbedaan yang terdapat diantara individu atau kelompok dan usaha mempertinggi kesatuan tindak, sikap, serta proses mental untuk mencapai kepentingan dan tujuan bersama.
d.     Akulturasi, proses penyatuan berbagai unsur kebudayaan asing yang diterima, diolah, tanpa menghilangkan kepribadian kebudayaan itu sendiri, sehingga menjadi suatu bentuk kebudayaan baru.
e.     Persaingan, merupakan suatu proses sosial yang ditandai dengan adanya persaingan antar individu maupun kelompok dalam mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan dengan cara menarik perhatian atau mempertajam prasangka tanpa menggunakan ancaman dan kekerasan.
f.      Kontravensi, suatu bentuk proses sosial yang berada diantara persaingan dan pertikaian serta ditandai dengan adanya gejala ketidakpastian mengenai diri seseorang, keraguan terhadap kepribadian, dan perasaan tidak suka yang disembunyikan bahkan kebencian pada seseorang.
g.     Pertentangan, adalah suatu proses sosial yang dilakukan oleh seseorang maupun kelompok untuk mencapai tujuan tertentu dengan cara menantang pihak lawan melalui ancaman atau kekerasan.
 Bentuk Interaksi  a, b, c, d, adalah interaksi yang bersifat Asosiatif, sedangkan e, f, g, bersifatDisosiatif.
5. Faktor Pendorong Interaksi Sosial
a. Imitasi, yaitu proses peniruan tingkah laku orang lain untuk diterapkan pada seseorang yang meniru tingkah laku tersebut.
b. Sugesti, adalah suatu pendapat, saran, pandangan atau sikap yang diberikan pada seseorang dan diterima tanpa disertai daya kritik.
c. Identifikasi, merupakan suatu kecenderungan atau keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain (meniru secara keseluruhan).
d. Simpati, adalah suatu proses dimana seseorang merasa tertarik pada pihak lain. Dalam proses ini perasaan memegang peranan yang sangat penting.

Senin, 01 September 2014

HUMOR


Anak Bayi Mirip Bapaknya

Istri Jenderal yang usianya jauh lebih muda telah melahirkan seorang anak lelaki. Jenderal itu ingin tahu paras putanya mirip siapa, maka ia buru-buru mengutus ajudannya pergi ke rumah sakit bersalin untuk menyelidikinya. Sekembalinya dari rumah sakit, ajudan berkata kepada jenderal: "Paras anak itu mirip sekali dengan paras Bapak!"
"Kalau begitu yah tak salah. Nah, laporkan keadaannya yang lebih terinci kepadaku."
"Jika dilihat dengan cermat, putra Bapak berkepala plontos, tidak berambut; perutnya sangat gede, doyan makan dan doyan minum; sehari-harinya jika bukan tidur ya tahunya menangis dan ribut-ribut; di samping itu ada sekelompok orang senantiasa mondar-mandir mengelilinginya." Lapor si ajudan.

Minggu, 15 Juni 2014

CARA MENGHITUNG NILAI AKHIR (NA) SBMPTN 2014



Mengetahui Nilai Akhir (NA) saat mengikuti atau mengerjakan soal Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2014 sebenarnya tidak mutlak dilakukan. Akan tetapi mengetahui Nilai Akhir akan cukup membantu untuk mengukur kemampuan diri sendiri dalam mengerjakan berbagai model soal SBMPTN 2014. Kalau dilihat dari soal SBMPTN 2014 ini ada 2 tipe soal yakni: Tes Kemampuan dan Potensi Akademik (TKPA) dan Tes Kemampuan Dasar (TKD).

Berkaitan dengan soal-soal SBMPTN tersebut, maka dikatakan bawah kedua tipe soal tersebut memang masih terbagi lagi ke dalam beberapa komponen soal. Nah untuk TKPA di bagi atas beberapa tipe yakni: Verbal, Figural, Numerikal, Figural, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Matematika Dasar,. Sedangkan untuk TKD IPA/Saintek tipe soal terdiri dari Matematika IPA, Kimia, Fisika, Biologi dan TKD IPS/Soshum yang terdiri atas: Sosiologi, Sejarah, Ekonomi, serta Geografi.

Maka, untuk menghitung Rumus Nilai Akhir (NA) SBMPTN 2014 adalah seperti berikut:

  • NA (Saintek)= 10% Verbal + 10% Numerikal + 10% Figural + 10% Biologi  + 10% Bahasa Indonesia + 10% Matematika Dasar + 10% Bahasa Inggris + 10% Kimia + 10% Matematika IPA + 10% Fisika
  • NA (Soshum)= 10% Verbal + 10% Numerikal + 10% Figural + 10% Ekonomi + 10% Matematika Dasar + 10% Sosiologi + 10% Bahasa Indonesia + 10% Sejarah + 10% Bahasa Inggris + 10% Geografi

Jumat, 08 Februari 2013

Tarian Jawa Tengah

TARI GAMBYONG
Tari gambyong merupakan salah satu bentuk tari tradisional Jawa. Tari gambyong ini merupakan hasil perpaduan tari rakyat dengan tari keraton. ‘Gambyong’ semula merupakan nama seorang waranggana – wanita terpilih atau wanita penghibur – yang pandai membawakan tarian yang sangat indah dan lincah. Nama lengkap waranggana tersebut adalah Mas Ajeng Gambyong. Awal mulanya, tari gambyong sebagai bagian dari tari tayub atau tari taledhek. Istilah taledhek tersebut juga digunakan untuk menyebut penari tayub, penari taledhek, dan penari gambyong.
Gambyong juga dapat diartikan sebagai tarian tunggal yang dilakukan oleh seorang wanita atau tari yang dipertunjukkan untuk permulaan penampilan tari atau pesta tari. Gambyongan mempunyai arti golekan ‘boneka yang terbuat dari kayu’ yang menggambarkan wanita menari di dalam pertunjukan wayang kulit sebagai penutup. Seiring dengan perkembangan zaman, tari gambyong mengalami perubahan dan perkembangan dalam bentuk penyajiannya. Pada awalnya, bentuk sajian tari gambyong didominasi oleh kreativitas dan interpretasi penari dengan pengendang.
Di dalam urut-urutan gerak tari yang disajikan oleh penari berdasarkan pada pola atau musik gendang. Perkembangan selanjutnya, tari gambyong lebih didominasi oleh koreografi-koreografi tari gambyong. Perkembangan koreografi ini diawali dengan munculnya tari Gambyong Pareanom pada tahun 1950 di Mangkunegaran, dan yang menyusun ialah Nyi Bei Mintoraras. Setelah kemunculan tari Gambyong Pareanom, banyak varian tarian gambyong yang berkembang di luar Mangkunegaran, diantaranya Gambyong Sala Minulya, Gambyong Pangkur, Gambyong Ayun-ayun, Gambyong Gambirsawit, Gambyong Mudhatama, Gambyong Dewandaru, dan Gambyong Campursari.
Dari tahap ke tahap perkembangan tari gambyong, pada tahun 1980-an merupakan perkembangan yang paling pesat. Hal ini ditandai dengan semakin banyak bentuk sajian yang memodifikasi unsur-unsur gerak dengan perubahan tempo, volume, dinamik, kualitas gerak, dan lain sebagainya. Semakin meningkatnya frekuensi penyajian dan jumlah penari, membuat tari gambyong menjadi berubah dari sisi fungsi tari gambyong dalam kehidupan masyarakat.
Tari gambyong yang dulunya berfungsi sebagao tontonan dan hiburan, berkembang menjadi tari untuk penyambutan tamu dalam berbagai acara. Selain itu, peningkatan jumlah penari yang disebabkan oleh bentuk sajian secara masal dan ditambah dengan rentang usia penari yang bervariasi, dari gadis remaja sampai ibu-ibu. Saat ini bahkan seni tari gambyong sudah berbaur di berbagai tingkatan pendidikan, dari mulai PAUD sampai Perguruan Tinggi. Dari hal tersebut, menandakan bahwa tari gambyong memiliki sifat njawani atau khas Jawa yang tidak akan cepat hilang tertelan zaman, situasional, dan fleksibel.
Menurut Dewi Sulastri, seorang penari dan sekaligus pendiri Drama Wayang Orang Swargaloka, untuk melestarikan budaya khususnya tari, hal yang sangat penting adalah kita mampu berinovasi sesuai perkembangan zaman, tetapi tetap berpegangan pada akar budaya tersebut. “Karena dunia saya tradisional, saya lebih tertarik pada tradisional, tetapi tari tradisional itu bisa kita kembangkan menjadi tari kontemporer, sesuai dengan perkembangan zaman” tuturnya. Ditambahkan lagi upaya untuk melestarikannya dengan cara menarik minat generasi muda dengan memberikannya nilai-nilai budaya yang luhur sejak dini. Selain itu, ‘kemasan’ budaya haruslah dibuat semenarik mungkin untuk membuat orang tertarik belajar budaya tersebut, paparnya.

Pada zaman ini, tari gambyong memiliki perubahan nilai estetis dan dipadati oleh koreografi yang menarik. Nilai khas tari gambyong terletak pada ornamen-ornamen gerak tari dan keharmonisan pada gerak dan pola irama kendang. Penghayatan total dan disertai dengan wilet yang bagus akan sangat menambah nilai sensualnya. Hal ini merupakan daya tarik bagi penonton untuk menikmati pertunjukan tari gambyong ini. Ke depannya, tari gambyong semakin meningkat dari segi kualitas (peningkatan nilai estetisnya) dan segi kuantitas (peningkatan jumlah koreografi, penyajian, dan jumlah penari). Sebagai generasi penerus, kita berkewajiban untuk nguri-uri atau melestarikan dan mengembangkan budaya milik kita sendiri. Salam Budaya!